contoh soal berpikir komputasional 1

Tesa senang menggambar bintang. Ia memberi nomor bintang sesuai dengan bentuk yang dimiliki bintang-bintang tersebut. dalam memberi nomor pada bintang, ia menggunakan dua angka dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Angka pertama : banyaknya titik yang dimiliki bintang.

b. Angka kedua : angka yang diperoleh dari nilai titik terakhir bintang yang dihubungkan dengan titik tertinggi melalui sebuah garis lurus.

berikut contoh penomoran bintang.

Bagaimana Tesa akan memberikan nomor pada gambar bintang di bawah ini?

Sebenarnya cara menjawabnya mudah saja, asal dibaca soalnya dengan teliti, semua itu harus dibaca dengan hati-hati, serius, ditambah dengan kopi susu campur creamer, duh enak.

oke langsung aja, langkah mengerjakannya :

pertama menghitung titik yang dimiliki bintang, kalian fokus ke gambar yang contoh penomoran ( 7:2 ). coba kalian hitung titiknya ada berapa , 7 kan. Kok bisa 7:2 ? nah, kalian baca lagi ketentuan Tesa ( syarat a dan b , bahwa Angka kedua : angka yang diperoleh dari nilai titik terakhir bintang yang dihubungkan dengan titik tertinggi melalui sebuah garis lurus ), berarti ditarik garis lurus yang nilai paling kecil dan nilai paling tinggi, yaitu 7:2 . begitu juga dengan gambar bintang berikut nya.

untuk penyelesaian soal :

pertama menghitung titik yang dimiliki bintang yaitu ada 8.

kedua mencari titik terendah yang dihubungkan dengan titik terakhir/titik tertinggi bintang melalui garis lurus, titik tertinggi adalah 8 ( jumlah bintang titiknya ada 8 , kemudian ditarik lurus mencari titik terendahnya yaitu 3 ), perhatikan gambar dibawah, titik tertinggi kan 8, kalau ditarik lurus ada 2 titik yaitu 5 dan 3, tapi titik yang paling rendah antara 5 dan 3 adalah berapa…3 kan, maka jawabannya adalah 8:3

untuk bintang berikutnya bisa kan? semoga bermanfaat. biasakan untuk literasi soal dengan serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-->